dinastph.provkalsel. BANJARMASIN,- Pemerintah berupaya mengatasi bawang merah yang berperan dalam inflasi terutama pada saat produksi bawang merah mengalami penurunan di musim-musim tertentu. Kini pemerintah fokus mengatasi masalah ketersediaan benih. Melalui Bidang Hortikultura rabu lalu melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi Penangkaran Bawang Merah yang dilangsungkan di Hotel Banjarmasin International yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Syamsir Rahman yang dihadiri oleh peserta dari Dinas Pertanian 13 Kabupaten/Kota se-Kalimamtan Selatan, (Rabu/01/03).
Banyaknya faktor yang masuk menjadikan pertanian sebagai sebuah sektor yang memiliki tingkat risiko yang tinggi dan ketidakpastian dalam hal produksi pertaniannya. Permasalahan yang begitu banyak dalam sektor pertanian sudah pasti akan dirasakan oleh para petani sebagai pelaku utama pembangunan pertanian, tak terkecuali pada petani yang mebudidayakan komoditas bawang merah.
Petani bawang merah dalam meningkatkan produktivitasnya harus memiliki kemampuan dalam hal menyusun strategi serta mengelola atau memanajemen sebuah produksi dengan baik agar dapat mempermudah pencapaian tujuan.
Kebutuhan bawang merah yang semakin meningkat merupakan peluang pasar yang besar serta menjadi motivasi petani untuk meningkatkan produksi bawang merah. Usaha budidaya bawang merah memiliki prospek dan peluang yang sangat baik di masa yang akan datang. Besarnya peluang usaha untuk dapat menjangkau pasar nasional maupun internasional menjadikan bawang merah sebagai salah satu komoditi prioritas dalam pengembangan sayuran di Indonesia. Hal ini harus ditunjang dengan adanya penyediaan benih yang bermutu, teknik budidaya yang tepat, perbaikan sarana dan prasarana produksi serta penerapan SOP yang baik dan benar. Adanya penanganan pasca panen yang baik, maka dapat meningkatkan nilai jual bawang merah.
Pertanian Maju, Mandiri, dan Modern





